banner 728x250

Gubernur Sulteng Kecam Penghinaan Guru Tua, Dorong Gelar Pahlawan Nasional

banner 120x600
banner 468x60

Palu, 31 Maret 2025 – Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, mengecam keras penghinaan terhadap pendiri Alkhairaat, Sayyid Idrus bin Salim Al Jufri atau yang dikenal sebagai Guru Tua, yang dilakukan oleh seorang individu bernama Fuad Plered. Pernyataan tersebut disampaikan Anwar usai melaksanakan Salat Idulfitri 1446 Hijriah di Palu.

“Sebagai Abnaul Khairaat, saya mengutuk keras penghinaan terhadap Guru Tua karena perbuatan itu sesungguhnya sangat keji,” tegas Anwar Hafid, Senin (31/3).

banner 325x300

Ia menilai, peristiwa ini menjadi pelajaran bagi semua pihak agar lebih berhati-hati dalam berucap dan menghindari ujaran kebencian.

“Mereka tidak tahu siapa sebenarnya Guru Tua. Jangan mengeluarkan pernyataan yang hanya menghina dan menghujat. Mudah-mudahan dia (Fuad Plered) sadar dan diberikan hikmah,” tambahnya, seperti dikutip dari Antara.

Pernyataan kontroversial Fuad Plered yang diunggah melalui akun media sosial @gusfuadplered dalam sebuah video berdurasi 22 detik telah memicu kegaduhan, terutama di kalangan Abnaul Khairaat—sebutan bagi para pengikut dan alumni Alkhairaat. Reaksi keras pun muncul dari berbagai pihak yang menuntut agar pelaku meminta maaf secara terbuka serta diberikan sanksi atas perbuatannya.

Menjaga Kerukunan dan Menghindari Ujaran Kebencian

Anwar Hafid menegaskan bahwa tindakan penghinaan semacam ini dapat merusak harmoni sosial dan mengganggu kerukunan antarumat beragama.

“Tindakan ujaran kebencian yang dilakukan Fuad Plered dapat mengganggu kerukunan. Oleh karena itu, kita semua harus lebih berhati-hati dalam berbicara dan menilai seseorang,” ujarnya.

Selain itu, ia mengajak masyarakat untuk lebih memahami sosok Guru Tua yang dikenal sebagai ulama besar dan tokoh pendidikan di Indonesia Timur.

Dukungan Gelar Pahlawan Nasional untuk Guru Tua

Di tengah polemik penghinaan ini, Anwar Hafid juga menyinggung kembali upaya pengusulan Guru Tua sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, perjuangan ini telah dilakukan sejak lama oleh gubernur-gubernur sebelumnya, dan ia berkomitmen untuk melanjutkan upaya tersebut dengan kembali merekomendasikan ke pemerintah pusat.

“Sebenarnya, sosok Guru Tua sudah sangat dikenal, mulai dari anak-anak hingga pejabat tinggi pun tahu siapa beliau. Kini kita hanya bisa berdoa dan terus mendukung agar pemerintah Republik Indonesia, di bawah kepemimpinan Pak Prabowo Subianto, dapat melihat dan menghargai perjuangan Guru Tua,” ungkapnya.

Dorongan agar pemerintah segera menetapkan Guru Tua sebagai Pahlawan Nasional pun semakin menguat. Masyarakat berharap pengakuan ini dapat diberikan sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi beliau dalam bidang pendidikan dan dakwah Islam.

“Guru Tua adalah sosok yang telah berjuang tanpa pamrih untuk mencerdaskan masyarakat. Sudah sepantasnya pemerintah memberikan penghargaan yang layak atas jasa-jasanya,” tutup Anwar Hafid.

Pernyataan kontroversial Fuad Plered telah menimbulkan kemarahan di kalangan Abnaul Khairaat dan masyarakat luas. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, secara tegas mengecam tindakan tersebut serta mengingatkan pentingnya menjaga tutur kata dalam kehidupan sosial. Di sisi lain, ia juga kembali menguatkan upaya menjadikan Guru Tua sebagai Pahlawan Nasional sebagai bentuk penghormatan atas jasa-jasanya dalam dunia pendidikan dan dakwah di Indonesia.

 

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosted on penyedia Pariwisata Terbaik heppi trip