banner 728x250

Kenaikan UMK Maluku Utara 2025: Berkah bagi Pekerja, Tantangan bagi Pengusaha

Foto Ilustrasi Kenaikan UMK Maluku Utara tahun 2025
banner 120x600
banner 468x60

REPUBLIKKIERAHA, MALUT – Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) di Maluku Utara resmi mengalami kenaikan sebesar 6,5 persen pada tahun 2025. Keputusan ini disambut baik oleh para pekerja, namun di sisi lain memunculkan kekhawatiran bagi para pengusaha, terutama sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Berdasarkan keputusan yang telah ditetapkan sebelum pergantian tahun, Kota Ternate menjadi daerah dengan UMK tertinggi, yaitu Rp3.461.250. Sementara itu, sembilan daerah lainnya di Maluku Utara memiliki angka UMK yang sama, yakni Rp3.408.000.

banner 325x300

Berikut rincian UMK Maluku Utara 2025:

Kota Ternate: Rp3.461.250

Kota Tidore Kepulauan: Rp3.408.000

Kabupaten Halmahera Utara: Rp3.408.000

Kabupaten Halmahera Barat: Rp3.408.000

Kabupaten Halmahera Tengah: Rp3.408.000

Kabupaten Halmahera Selatan: Rp3.408.000

Kabupaten Halmahera Timur: Rp3.408.000

Kabupaten Pulau Morotai: Rp3.408.000

Kabupaten Kepulauan Sula: Rp3.408.000

Kabupaten Pulau Taliabu: Rp3.408.000

Dampak bagi Pekerja: Meningkatkan Daya Beli

Kenaikan UMK ini diharapkan membawa dampak positif bagi pekerja, terutama dalam meningkatkan daya beli di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok. Seorang pekerja di sektor ritel di Ternate, Arman (30), mengungkapkan bahwa kenaikan gaji ini dapat sedikit meringankan beban hidupnya.

“Setiap tahun harga kebutuhan selalu naik, jadi kenaikan UMK ini cukup membantu. Tapi kami berharap jangan sampai ada perusahaan yang menghindari aturan ini,” ujarnya.

Serikat pekerja juga menyambut baik kebijakan ini. Mereka meminta pemerintah daerah untuk memastikan semua perusahaan mematuhi aturan baru tersebut.

“Pemerintah harus mengawasi penerapan UMK ini. Jangan sampai hanya ditetapkan di atas kertas, tetapi di lapangan masih banyak yang menggaji di bawah standar,” kata salah satu perwakilan buruh di Maluku Utara.

Tantangan bagi Pengusaha: Beban Operasional Meningkat

Di sisi lain, kalangan pengusaha terutama dari sektor UMKM mulai merasa khawatir dengan dampak kenaikan UMK ini. Mereka menilai kenaikan biaya tenaga kerja bisa meningkatkan harga produksi, yang berpotensi menekan keuntungan.

Seorang pengusaha warung makan di Kota Ternate, Fitri (42), mengaku khawatir dengan dampak kebijakan ini terhadap kelangsungan usahanya.

“Gaji karyawan naik, harga bahan baku juga ikut naik. Kalau semua naik, saya terpaksa menaikkan harga jual, tapi itu bisa bikin pelanggan kabur,” keluhnya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Maluku Utara menyatakan bahwa meskipun mereka mendukung kesejahteraan pekerja, pemerintah perlu memberikan solusi bagi pengusaha kecil agar tetap bisa bertahan.

“Kami mendorong pemerintah untuk memberikan insentif atau keringanan pajak bagi pelaku usaha kecil dan menengah agar bisa menyesuaikan diri dengan kenaikan UMK,” katanya.

Pemerintah Daerah Diminta Beri Solusi

Dengan kebijakan ini, pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda diharapkan dapat mengambil langkah strategis untuk menjaga keseimbangan antara kepentingan pekerja dan pengusaha.

Ekonom dari Universitas Khairun, Dr. Muhammad Rizal, menilai bahwa kenaikan UMK memang penting untuk meningkatkan kesejahteraan buruh, tetapi tanpa kebijakan pendukung bagi pengusaha, dampaknya bisa berbalik menjadi kenaikan harga barang dan inflasi.

“Pemerintah daerah harus proaktif. Misalnya dengan memberi subsidi energi atau insentif bagi UMKM agar mereka tidak terbebani secara berlebihan,” ujarnya.

Ke depan, tantangan terbesar bagi Maluku Utara adalah bagaimana memastikan kebijakan UMK ini dapat berjalan efektif tanpa menghambat pertumbuhan ekonomi daerah. Dengan koordinasi yang baik antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja, diharapkan kebijakan ini dapat menjadi solusi yang adil bagi semua pihak.

banner 325x300

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Hosted on penyedia Pariwisata Terbaik heppi trip